7 Rumor Kesehatan, Mitos atau Fakta?

Posted: 3 Februari 2010 in KESEHATAN

Banyak rumor atau anggapan tentang kesehatan yang beredar di masyarakat. Seperti, benarkah makanan yang telah jatuh kurang dari lima menit belum mengandung bakteri? Atau, apakah mengonsumsi makanan mengandung gula tinggi sebabkan diabetes?

Tapi, apakah semua anggapan itu benar? Cari jawabannya di bawah ini untuk mengetahui yang mana yang benar dan mana yang salah.

– Wortel diawetkan dengan pemutih

“Tidak ada alasan untuk berhenti mengonsumsi wortel. Karena, rumor ini tidak sepenuhnya benar” kata Randy Worobo, PhD, seorang profesor mikrobiologi makanan di Cornell University. Wortel berukuran kecil (baby wortel) yang dibilas dan tidak disimpan namun dicuci dengan dalam klorin, direkomendasikan FDA.

Mencuci dengan klorin bisa membantu membunuh bakteri seperti salmonella dan E. coli, yang menyebabkan keracunan makanan. Termasuk sayuran dan buah beku, dicuci dengan pembersih yang sama untuk membunuh bakteri di dalamnya.

Bekerja saat perut kosong bakar lemak lebih banyak

Ini memang bisa terjadi, tetapi jangan mengira hal ini adalah cara terbaik meluruhkan lemak. Kajian terbaru menunjukkan, bekerja saat perut kosong akan membakar lemak beberapa kalori saja karena anda tidak memiliki banyak kalori karbohidrat cadangan.

Makan terlalu banyak gula menyebabkan diabetes

Penelitian menunjukkan, gula dapat membatasi seseorang untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan. Tapi, perlu diketahui, beberapa penelitian yang muncul menunjukkan kelebihan asupan gula dapat meningkatkan risiko diabetes, meski berat badan tidak meningkat.

Dari beberapa penelitian tersebut, yang paling penting perlu Anda ketahui adalah hasil dari studi JAMA yang menemukan bahwa wanita hampir dua kali lipat berisiko terserang diabetes ketika asupan gula meningkat.

Apakah obat kumur bisa membantu mengusir nyamuk?

Tidak benar. Meskipun dalam polling internet menyatakan demikian, tapi faktanya nol besar. Sebuah Penelitian telah menemukan, orang-orang yang disemprotkan cairan obat kumur pada lengan mereka tetap terkena gigitan nyamuk.

Mereka yang bisa menghindar dari gigitan nyamuk hanyalah orang-orang yang telah melindungi kulit tubuhnya dengan obat anti nyamuk khusus, kata Grayson Brown, PhD, dari Universitas Kentucky bidang entomologi kesehatan masyarakat. Memang benar dalam cairan pbat kumur mengandung eucalyptol, bahan yang ditemukan untuk membunuh hama pada tanaman. Tapi, jumlah eucalyptol dalam obat kumur kurang dari 1 persen, sehingga terlalu rendah jumlahnya untuk membunuh hewan sekelas nyamuk.

Makanan pedas meningkatkan metabolisme

Laju metabolisme Anda ditentukan jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, komposisi tubuh dan usia. Faktor-faktor ini menentukan jumlah kalori tubuh akan terbakar untuk mempertahankan fungsi organ tubuh.

Menyantap makanan pedas tidak dapat secara signifikan meningkatkan laju metabolik dan membantu Anda membakar lebih banyak kalori saat istirahat. Meskipun suhu tubuh Anda untuk sementara naik dan jantung berdetak sedikit lebih cepat setelah mengonsumsi makanan pedas, tapi tetap dalam jangka panjang rempah-rempah sekalipun tidak akan membuat perubahan dalam tingkat metabolisme.

Eyeliner cair menyebabkan infeksi sinus

Desas-desus ini mengabarkan, eyeliner mampu mengalir ke sinus, terjebak, dan menyebabkan infeksi. Namun, hal itu tidak mungkin, ujar Richard Rosenfeld, MD, ketua THT di Long Island College Hospital. Tapi, jika Anda terkena iritasi mata dan timbul gejala sinus setelah mengenakan eyeliner, Anda mungkin memiliki reaksi alergi.

Makanan jatuh ke lantai kurang dari 5 menit tidak mengandung kuman.

Datangnya kuman dari permukaan yang terkontaminasi bisa mengundang datangnya bakteri dengan cepat. Setidaknya lebih cepat dari refleks Anda. Dalam sebuah penelitian, Clemson University yang dilakukan ahli teknologi pangan, Paul Dawson, PhD, beberapa makanan mudah terkontaminasi bakteri karena permukaan lantai atau karpet kotor yang dihinggapi bakteri salmonella.

Dalam penelitian itu diuji, irisan roti dijatuhkan pada permukaan lantai dan dicek selama 5 hingga 60 detik. Setelah hanya 5 detik, kedua jenis makanan sudah mengandung 1.800 bakteri. Setelah satu menit penuh didiamkan bakteri jahat itu bertambah jumlahnya hingga 10 kali lipat dari jumlah awal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s