Azerbaijan Larang Al-Qur’an dan Simbol-simbol Islam

Posted: 6 Maret 2010 in RELIGI ISLAM

Azerbaijan (Voa-Islam.com) – Menyusul bentrokan yang terjadi antara polisi dan aktivis Islam di ibukota Baku pada pertengahan Februari, pemerintah Azerbaijan telah memerintahkan semua pegawai negeri untuk menghapus simbol-simbol Islam dari kantor mereka, kata seorang sumber di Kementerian Dalam Negeri Azerbaijan mengatakan kepada EurasiaNet.

Item keagamaan seperti Al-Quran dan ayat-ayat di kantor-kantor pemerintah semakin disingkirkan dan diganti dengan bendera Azerbaijan dan potret Presiden Ilham Aliyev dan ayahnya, almarhum Presiden Heydar Aliyev.

Sebuah sumber di Kementerian Dalam Negeri yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan bahwa para pejabat telah diperintahkan untuk menghapus item agama tersebut dari kantor-kantor pemerintah, menjelaskan bahwa “Azerbaijan adalah negara sekuler dan agama [seharusnya disimpan] terpisah dari negara. Pemerintah sendiri belum berkomentar secara resmi mengenai masalah.

Laporan keputusan tersebut menyusul bentrokan tidak terduga pada tanggal 13 Februari antara sekitar 100 aktivis Islam dan polisi di Baku yang mengakibatkan beberapa orang luka-luka. Empat aktivis yang ditahan telah dituntut dengan tuduhan mengacau dan melawan polisi.

..Azerbaijan adalah negara sekuler dan agama [seharusnya disimpan] terpisah dari negara..

Beberapa pengamat percaya bahwa pemerintah Azerbaijan menunjukkan kekhawatiran atas meningkatanya minat dalam beragama Islam diantara banyak penduduk Azerbaijan. Tindakan keras pada simbol-simbol keagamaan di kantor-kantor pemerintah mengikuti serangkaian kontroversi mengenai penutupan dan penghancuran masjid-masjid disana.

Aktivis hak asasi manusia Ilgar Ibrahimoglu, imam dari komunitas masjid Juma, Baku dan kepala dari pusat hak asasi manusia DEVAM berpendapat bahwa penghapusan Al-Qur’an dan ayat-ayat dari kantor-kantor pemerintah, jika betul adanya, merupakan “serangan atas kebebasan hati nurani.”

Kolumnis politik Mirgadirov mengatakan langkah tersebut menunjukkan kekhawatiran pemerintah bahwa pengaruh Islam dapat “menjadi tak terkendali di beberapa titik.”

“Jika demikian, kekhawatiran mereka salah tempat,” kata analis keagamaan Yunusov. “Nilai-nilai sekuler merupakan prioritas bagi sebagian besar penduduk negara ini,” katanya lagi. Tapi bentrokan dengan demonstran keagamaan bisa membuktikan respon yang berisiko, Yunusov menambahkan. “Kekerasan menciptakan respons kekerasan,” katanya. (aa/kc)

Iklan
Komentar
  1. alice pngen gituan berkata:

    nyleneh

  2. Mohammad Ikhwanuddin berkata:

    Memang benar, negara Azerbaijan adalah negara yang sekuler. Saya saat ini berada di Baku, Azerbaijan untuk mengikuti sidang tahunan IDB, ternyata benar-benar negara sekuler. Kami mendengar azanpun sangat sulit apalagi mendapatkan sebuah masjid. Setelah 5 hari baru saya mendengarkan suara azan itun setelah saya berjalan2 di Kota Tua. Kami juga sempat berbicara dengan beberapa temen dan kenalan di Azer. Ternyata mereka mengaku muslim tapi mereka juga mengaku tidak pernah menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya (Islam). Masyarakatnya pun (khususnya muda & MUdi) dengan berpakaian yang tidak islami berlenggang sepertinya mereka tidak mengenal islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s