Inilah Polisi yang Disebut Memiliki Rekening Gendut

Posted: 29 Juni 2010 in PENGETAHUAN...?

Polisi yang dituduh memiliki rekening gendut dan melakukan transaksi mencurigakan

Polisi Borong 2425 Eksemplar Majalah Tempo

Majalah Tempo Edisi 28 Juni – 4 Juli 2010

TEMPO Interaktif, JakartaSebanyak 2425 Eksemplar Majalah Tempo dari tiga agen majalah dan koran di lapak koran depan Hotel Melati Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, diborong polisi berpakaian preman pagi tadi. “Mereka reserse. Berjumlah 10 orang,” kata salah satu agen majalah yang menolak disebut namanya.

Menurut dia, mereka sudah datang pada pukul 02.30 WIB, sebelum majalah didistribusikan. Dalam transaksi, Rozak menceritakan, polisi berani bayar berapa saja demi memborong majalah Tempo berjudul “Rekening Gendut Perwira Polisi” itu.

mencapai Rp 100 jutaan. Dan dibayar cash,” ungkapnya.
Saat membeli, agen itu  menceritakan salah satu anggota polisi sempat menggertak dirinya. “Mereka maksa membeli,” ceritanya. Dia mengira polisi itu berasal dari Polda atau Mabes Polri.

Markas Besar Kepolisian RI menelusuri laporan transaksi mencurigakan di rekening sejumlah perwira polisi yang dilaporkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Berikut ini sebagian dari transaksi yang dicurigai PPATK itu.

1. Inspektur Jenderal Mathius Salempang, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur
Kekayaan: Rp 8.553.417.116 dan US$ 59.842 (per 22 Mei 2009)

Tuduhan:

Memiliki rekening Rp 2.088.000.000 dengan sumber dana tak jelas. Pada 29 Juli 2005, rekening itu ditutup dan Mathius memindahkan dana Rp 2 miliar ke rekening lain atas nama seseorang yang tidak diketahui hubungannya. Dua hari kemudian dana ditarik dan disetor ke deposito Mathius.

“Saya baru tahu dari Anda.”
Mathius Salempang, 24 Juni 2010


2. Inspektur Jenderal Sylvanus Yulian Wenas, Kepala Korps Brigade Mobil Polri

Kekayaan: Rp 6.535.536.503 (per 25 Agustus 2005)

Tuduhan:

Dari rekeningnya mengalir uang Rp 10.007.939.259 kepada orang yang mengaku sebagai Direktur PT Hinroyal Golden Wing. Terdiri atas Rp 3 miliar dan US$ 100 ribu pada 27 Juli 2005, US$ 670.031 pada 9 Agustus 2005.

“Dana itu bukan milik saya.”
Sylvanus Yulian Wenas, 24 Juni 2010

3. Inspektur Jenderal Budi Gunawan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian
Kekayaan: Rp 4.684.153.542 (per 19 Agustus 2008)

Tuduhan:
Melakukan transaksi dalam jumlah besar, tak sesuai dengan profilnya. Bersama anaknya, Budi disebutkan telah membuka rekening dan menyetor masing-masing Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar.

“Berita itu sama sekali tidak benar.”
Budi Gunawan, 25 Juni 2010

4. Inspektur Jenderal Badrodin Haiti, Kepala Divisi Pembinaan Hukum Kepolisian
Kekayaan:
Rp 2.090.126.258 dan US$ 4.000 (per 24 Maret 2008)

Tuduhan:

Membeli polis asuransi pada PT Prudential Life Assurance Rp 1,1 miliar. Asal dana dari pihak ketiga. Menarik dana Rp 700 juta dan menerima dana rutin setiap bulan.

“Itu sepenuhnya kewenangan Kepala Bareskrim.”
Badrodin Haiti, 24 Juni 2010

5. Komisaris Jenderal Susno Duadji, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal
Kekayaan:
Rp 1.587.812.155 (per 2008)

Tuduhan:
Menerima kiriman dana dari seorang pengacara sekitar Rp 2,62 miliar dan kiriman dana dari seorang pengusaha. Total dana yang ditransfer ke rekeningnya Rp 3,97 miliar.

“Transaksi mencurigakan itu tidak pernah kami bahas.”
(M. Assegaf, pengacara Susno, 24 Juni 2010)

6. Inspektur Jenderal Bambang Suparno, Staf pengajar di Sekolah Staf Perwira Tinggi Polri
Kekayaan:
belum ada laporan

Tuduhan:

Membeli polis asuransi dengan jumlah premi Rp 250 juta pada Mei 2006. Ada dana masuk senilai total Rp 11,4 miliar sepanjang Januari 2006 hingga Agustus 2007. Ia menarik dana Rp 3 miliar pada November 2006.

“Tidak ada masalah dengan transaksi itu. Itu terjadi saat saya masih di Aceh.”
Bambang Suparno, 24 Juni 2010


Sumber: Majalah Tempo, Sumber Tempo, Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara

Jangan lupa kasih koment ya….salam.

Komentar
  1. 'Ne mengatakan:

    Dengan membeli seluruh majalah pun masyarakat tetap akan tahu berita itu.. bukannya malah semakin menambah kecurigaan? ck..ck..ck..

  2. Adi mengatakan:

    Parah ne. , itU jangan2 duit rakyat, semOga dtangani dgn baik

  3. Dot mengatakan:

    Ngakunya sih polis nggak ngeborong, coba pembuktian terbalik aja, heheh Gak punya malu ya ckckc….Salam Kenal Bro.

  4. nurrahman18 mengatakan:

    saya jadi pengen beli, lum sempet

  5. dasar User Goblok..! mengatakan:

    lain duitna nu gendut.. tapi bengeutna!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s